Mengefesiensikan waktu dalam bidang industri untuk meningkatkan produksi, mempercepat, dan bahkan mengurangi biaya pengeluaran adalah salah satu alasan otomatisasi dalam bidang industri menggunakan teknologi robot. Kapasitas robot untuk gerakan otonom dan kemampuan mereka untuk melakukan serangkaian tugas yang meluas telah menyebabkan dampak pada dunia pekerjaan terutama industri. Baru-baru ini, robot telah muncul dari halaman novel fiksi ilmiah ke dunia nyata, dan diskusi tentang kemungkinan efek ekonomi mereka telah ada di mana-mana. Tapi masalah serius menghambat hingga saat ini, belum ada analisis empiris sistematis mengenai efek ekonomi yang dimiliki robot.

Teknologi robot di industri meningkatkan produktivitas tenaga kerja, produktivitas faktor total dan upah. Pada saat yang sama, sementara robot industri tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap total jam kerja (seperti yang kami jelaskan di bawah), ada beberapa bukti bahwa mereka mengurangi lapangan kerja pekerja dengan keterampilan rendah dan, pada tingkat yang lebih rendah, pekerja terampil menengah.

Apa sebenarnya robot pada industri ini? Berdasarkan data dari Federasi Robotika Internasional, yang menganggap sebuah mesin sebagai robot industri jika dapat diprogram untuk melakukan tugas produksi fisik dan produksi tanpa memerlukan kontroler manusia. (Definisi teknis mengacu pada ‘robot industri manipulasi seperti yang didefinisikan oleh ISO 8373: Manipulator serbaguna yang dapat dikendalikan secara otomatis, dapat diprogram ulang, yang mungkin diperbaiki di tempat oleh para ahli untuk digunakan dalam aplikasi otomisasi pada industri.

Robot industri secara dramatis meningkatkan ruang lingkup untuk menggantikan tenaga kerja manusia dibandingkan dengan jenis mesin yang lebih tua, karena mengurangi kebutuhan akan intervensi manusia dalam proses otomatis. Aplikasi khas robot industri meliputi perakitan, pengeluaran, penanganan, pengolahan dan pengelasan, pemrograman, pemanenan (di bidang pertanian) dan pemeriksaan peralatan dan struktur (umum di pembangkit listrik).

Perubahan teknologi yang cepat mengurangi harga robot industri (disesuaikan dengan perubahan kualitas) sekitar 80% antara tahun 1993 dan 2007. Tidak mengherankan, penggunaan robot tumbuh secara dramatis selama periode ini, rasio jumlah robot terhadap jam kerja meningkat pada rata-rata sekitar 150%. Kenaikan penggunaan robot sangat terasa di Jerman, Denmark dan Italia, dan industri yang meningkatkan penggunaan robot paling cepat adalah produsen peralatan transportasi, bahan kimia dan logam. Data ini berdasarkan dari Guys Michaels dan Georg Graetz.

Tapi mungkinkah pertumbuhan produktivitas yang lebih tinggi menyebabkan peningkatan penggunaan robot yang lebih besar ? Belum tentu. Contohnya perusahaan Mercedez Benz yang mempunya banyak varian mobil yang tidak dapat ditangani oleh robot. Lalu akhirnya mengurangi jumlah robot dan menggantinya dengan tenaga manusia. Teknologi robotik bagi Mercedes tak bisa lagi mengurus opsi individualisasi setiap varian mobil. Mereka lebih memilih menggunakan tenaga kerja manusia karena  bisa memberikan aspek individualisasi di setiap varian mobil. Aspek pengalaman manusia dalam hal ini lebih unggul ketimbang artificial intelligence, terlebih lagi untuk mengejar target produksi 400 ribu mobil per tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here